BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Dewasa ini persoalan pendidikan di
Indonesia adalah banyaknya pelajar yang mengalami kesulitan belajar yang
ditunjukkan oleh kurangnya motivasi belajar dan rendahnya perolehan hasil
belajar. Selama ini juga masih banyak ditemukan kesenjangan antara hasil
pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja yang diharapkan di masyarakat. Jika
kita melihat dari ilmu keguruan yang berkembang di Indonesia saat ini, banyak
fakta yang mengatakan bahwa seorang guru secara tidak langsung memandang anak
didik sebagai seorang individu yang belum dewasa, memiliki pengetahuan dan
keterampilan. Jadi, dalam proses interaksi antara guru-murid, anak didik
merupakan obyek. Sedangkan guru merupakan sumber ilmu dan keterampilan, dimana
kehadirannya di muka kelas merupakan suatu kondisi mutlak yang harus ada agar
proses belajar mengajar berlangsung.
Karena guru memegang peran yang
penting dalam proses interaksi tersebut, maka guru harus dihormati dan
dipatuhi. Apa yang diajarkan guru sudah tercantum dalam kurikulum atau sudah
dideskripsikan dalam buku yang sudah tersedia. Pengembangan pembahasan materi
sesuai dengan perkembangan lingkungan dan pembahasan teori dalam kaitan dengan
realitas yang ada tidak begitu mendapatkan tekanan. Sebab pembahasan materi
pelajaran terletak pada materi itu sendiri. Sebagai hasil proses belajar
mengajar yang penting anak didik memiliki kemampuan, pengetahuan, keterampilan.
Maka, dengan adanya problem pendidikan seperti diatas, kami mengangkat makalah
dengan judul Inovasi Pendidikan.
B. RUMUSAN
MASALAH
1. Apakah
hakikat pendidikan?
2. Apakah
yang menyebabkan timbulnya inovasi pendidikan?
3.Bagaimana peran guru dalam inovasi pendidikan
untuk mengatasi permasalahan
pendidikan di Indonesia?
4. Apa tujuan
inovasi pendidikan?
C. TUJUAN
1. Mengetahui
hakikat inovasi pendidikan.
2. Mengetahui
timbulnya inovasi pendidikan.
3. Mengetahui
peran guru dalam inovasi pendidikan untuk mengatasi permasalahan
di Indonesia.
4. Mengetahui
tujuan inovasi pendidikan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. HAKIKAT
INOVASI PENDIDIKAN
Pendidikan merupakan suatu hal yang
sangat penting bagi suatu negara. Karena pendidikan sebagai prioritas utama
dalam memajukan bangsa. Seiring berjalannya waktu, pendidikan juga harus dapat
menyesuaikan dengan perubahan zaman. Oleh karena itu diperlukan berbagai
pembaharuan atau inovasi dalam bidang pendidikan, agar pendidikan selalu dapat
mengiringi bangsa menuju bangsa yang besar dan maju.
Pendidikan adalah proses pengubahan
sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan
manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan
mendidik. (Pusat Bahasa Departemen
Pendidikan Nasional. 2005: 263). John Stuart Mill (1806─1873 M) menjabarkan
bahwa pendidikan itu meliputi segala sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang
untuk dirinya atau yang dikerjakan oleh orang lain untuk dia, dengan tujuan
mendekatkan dia kepada tingkat kesempurnaan. Pendapat tersebut dikuatkan oleh
pendapat John Dewey, yang mengemukakan bahwa pendidikan adalah suatu proses
pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan
biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi
secara sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan sosial. Jauh
sebelum pendapat-pendapat tersebut muncul, Plato (429─346 SM) telah menjelaskan
bahwa pendidikan itu ialah membantu perkembangan masing-masing dari jasmani dan
akal dengan sesuatu yang memungkinkan tercapainya kesempurnaan. Sedangkan
menurut Ki Hajar Dewantara, menjelaskan bahwa pendidikan adalah tuntutan di
dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun
segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia
dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan
setinggi-tingginya. Sejalan dengan pendapat-pendapat di atas, Sugihartono, dkk.
(2007: 3) menjelaskan pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar
dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia baik secara individu maupun
kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan penelitian.
Jadi, dari berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah
suatu kegiatan yang dilakukan manusia secara sadar dan terjadi secara sengaja
maupun tidak sengaja untuk meningkatkan kemampuan atau pengubahan sikap dan
tatalaku melalui upaya pengajaran, pengamatan, dan penelitian.
Sedangkan, inovasi maupun
pembaharuan pada dasarnya memiliki hakikat yang sama. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, inovasi disejajarkan dengan pembaharuan. Keduanya memiliki makna
pemasukan hal-hal yang baru (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2005:
435). Asal kata inovasi berasal dari bahasa latin “innovation” yang artinya
pembaharuan atau perubahan. Inovasi merupakan suatu perubahan baru untuk menuju
ke arah perbaikan yang berbeda dengan sebelumnya dan dilakukan secara sengaja
dan terencana. Everett M. Rogers, mendefinisikan bahwa inovasi adalah suatu
ide, gagasan, praktek atau objek yang disadari dan diterima sebagai suatu hal
yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Sejalan dengan pendapat
di atas, Stephen Robbins mendefinisikan, inovasi sebagai suatu gagasan baru yang
diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan
jasa. Jadi, inovasi atau pembaharuan adalah masuknya ide, gagasan, praktek atau
objek yang dianggap baru, yang disadari oleh seseorang, kelompok, atau lembaga
tertentu yang kemudian diterapkan untuk memperbaiki suatu produk atau proses
tertentu demi tujuan tertentu.
Dari penjabaran tentang pengertian
pendidikan dan inovasi atau pembaharuan di atas, sudah dapat diketahui apakah
pembaharuan atau inovasi pendidikan. Inovasi pendidikan adalah inovasi dalam
bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Jadi,
inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode yang dirasakan atau diamati
sebagai hal yang baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat), baik berupa
hasil intervensi (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang
digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah pendidikan
nasional (Ibrahim, 1988: 51). Pendapat tersebut diperkuat pendapat
B.Suryosubroto yang menyatakan bahwa Inovasi Pendidikan adalah suatu perubahan
yang baru dan bersifat kualitatif, berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta
sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pencapaian tujuan
tertentu dalam pendidikan. Jadi, dari berbagai pendapat di atas dapat penulis
simpulkan bahwa Inovasi atau pembaharuan pendidikan adalah perubahan melalui
ide, gagasan, atau metode yang baru dan berbeda dari hal yang ada sebelumnya
dalam pendidikan serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna
mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan atau memecahkan masalah-masalah
tertentu dalam pendidikan.
B. SIKAP
TERHADAP INOVASI DI BIDANG PENDIDIKAN
Peranan pendidikan dan tingkat
perkembangan manusia merupakan faktor yang dominan terhadap kemampuanya untuk
menanggapi masalah kehidupanya sehari-hari. Masalah pendidikan bersifat
komplek, sesuai dengan kehidupan masyarakatnya. Seberapa besar keterkaitan
suatu masalah pendidikan dengan masalah ekonomi atau masalah sosial lain dalam
masyarakat. Bahwa pada dasarnya pendidikan mempunyai tugas yaitu menyiapkan
sumber daya manusia untuk pembangunan. Pembangunan dapat dikatakan sukses
apabila seirama dengan tuntutan zaman, sehingga inovasi pendidikan tetap
diperlukan, sebab akan tetap ada tuntutan agar proses yang terjadi dapat
berlangsung dengan efektif dan efisien. Oleh sebab itu, upaya inovasi
pendidikan merupakan keharusan yang dilakukan setiap saat dan terus menerus,
apalagi kita tahu selama masih ada pihak yang merasa tidak puas dengan praktek
pendidikan. Dalam pembaharuan pendidikan, keterlibatan guru mulai dari
perencanaan inovasi pendidikan sampai dengan pelaksanaan dan evaluasinya sangat
penting bagi keberhasilan suatu inovasi pendidikan maka selama itu pula inovasi
pendidikan harus selalu diupayakan. Seperti pada pembaharuan di bawah ini:
1. Pembaharuan
pendidikan sebagai tanggapan baru terhadap masalah-masalah pendidikan.
Kemajuan tekhnologi dan komunikasi
dewasa ini memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan dunia pendidikan.
Pembaharuan di bidang pendidikan yang merupakan usaha pembangunan diselaraskan
dan diintegrasikan pada pembangunan bangsa dan masyarakat Indonesia umumnya.
Tugas pembaharuan pendidikan yang terutama adalah memecahkan masalah-masalah
yang dijumpai dalam dunia pendidikan dengan cara yang inovatif. Pembaharuan
pendidikan juga merupakan tanggapan baru terhadap masalah kependidikan. Titik
pangkal pembaharuan pendidikan adalah masalah pendidikan yang aktual yang
secara sistematis akan dipecahkan dengan cara yang inovatif. Cara inovatif yang
dimaksudkan adalah segala cara pemecahan masalah yang timbul.
Semua usaha pembaharuan pendidikan akhir-akhir ini telah
menemukan titik tolak berpijak yang mantap dan jelas yaitu pada kepentingan
murid atau subyek pendidikan yang disebut “student centered approach”.
Pembaharuan pendidikan yang berpusat pada masalah pendidikan umumnya dan
perkembangan subyek pendidikan khususnya mengutamakan segi efektifitas dan segi
ekonomis dalam proses belajar. Pendekatan yang ditempuh usaha pembaharuan
pendidikan adalah pendekatan pemecahan masalah yang sistematis.
Beberapa tahap yang penting dalam
penerapan pembaharuan/inovasi pendidikan meliputi :
1.
Penentuan masalah
2. Penentuan
tujuan atau sasaran
3.
Mempertimbangkan segala sumber dan hambatan yang berkaitan
4.
Pengumpulan alternatif pemecahan
5. Penentuan
alternatif terpilih
6.
Pencobaan
7. Modifikasi dan revisi alternative
pemecahan
8.
Pelaksanaan dan pengembangannya
Pendekatan sistem dalam usaha
pembaharuan pendidikan dipandang sebagai tanggapan terhadap masalah pendidikan
yang baru dan komprehensif. Pendekatan sosial-budaya (social demand approach)
didasarkan atas tuntutan atau kebutuhan sosial akan pendidikan yang berkembang
populer dalam masyarakat, sehingga mengabaikan alokasi sumber-sumber dalam
skala nasional. Pendekatan tenaga kerja (man power approach) didasarkan pada kebutuhan
tenaga kerja yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi nasional (human
investment) sehingga kurang mementingkan pendidikan dasar, lebih cocok untuk
negara yang maju dan sulit menentukan terhadap kebutuhan tenaga kerja yang
dapat dipertanggung jawabkan. Pendekatan untung rugi (cost-benefit approach)
mengutamakan prinsip keuntungan. Pendekatan yang membandingkan antara biaya
pendidikan dan hasil yang akan diperoleh ini sering pula disebut rate of return
approach, yang jelas sulit untuk menghitung dan menyajikan hasil pendidikan
secara ekonomis.
Dengan memperhatikan pengalaman
beberapa pendekatan itu, pembaharuan pendidikan dengan pendekatan sistem untuk
pemecahan masalah pendidikan yang mengutamakan kepentingan subyek pendidikan
lebih bersifat tanggap (responsif) terhadap masalah-masalah yang baru.
1. Pembaharuan
pendidikan sebagai upaya untuk memperkembangkan pendekatan yang
lebih efektif dan ekonomis.
Sejarah kehidupan manusia dapat dibedakan menjadi
tiga tahap yaitu :
1. Periode
manusia masih menggantungkan diri kepada alam sekitarnya dengan usaha
penyesuaian secara mencoba-coba
2. Periode manusia telah menemukan alat dan
teknik baru yang menyebabkan keterkaitan manusia terhadap alam berkurang namun
timbul ketergantungan baru terhadap birokrasi dan spesialisasi
3.
Periode manusia telah mampu mencapai kerjasama berdasar perencanaan
menuju
perubahan sosial yang diidam-idamkan
Kemampuan manusia bukan saja untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan mengubah dirinya (autoplastic),
tetapi juga mampu mengungkap lingkungannya demi kepentingan dirinya
(allowplastic). Pembaharuan pendidikan diusahakan demi pemecahan masalah yang
dihadapi. Sifat pendekatan yang diperlukan untuk memecahkan masalah pendidikan
yang kompleks dan berkembang itu harus berorientasi pada masalah efektif dan
murah, serta peka terhadap timbulnya pendidikan baru.
Upaya inovasi juga sangat
diperlukan untuk menghadapi ketidak pastian masa depan dan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat.Adanya Inovasi pendidikan juga
merupakan upaya lembaga pendidikan untuk menjembatani masa sekarang dan masa
yang akan datang, selain itu inovasi dapat dikatakan sebagai jawaban atas
persoalan internal dan eksternal dalam dunia pendidikan yang cenderung mengejar
efisiensi dan efektivitas. Pada dasarnya banyak hal yang menyebabkan timbulnya
pembaharuan dan inovasi pendidikan di Indonesia, diantaranya adalah sebagai
berikut:
a.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Dengan adanya perkembangan ilmu
pengetahuan, akan mengakibatkan kemajuan teknologi yang mempengaruhi kehiduan
sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak
bisa dipungkiri bahwa sistem pendidiakan yang kita miliki dan di laksanakan
selama ini masih belum mampu mengikuti dan mengendalikan kemajuan-kemajuan
tersebut, sehingga dunia pendidikan belum menghasilkan tenaga-tenaga yang
terampil, kreatif, dan aktif yang sesuai dengan tuntutan dan keinginan
masyarakat luas. Bagaimanapun dengan berkembangnya IPTEK di era modern sekarang
ini, menghendaki dasar-dasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan
yang terus-menerus.
b. Pertambahan
penduduk
Dengan lajunya pertambahan penduduk
yang cukup pesat tentunya menuntut adanya perubahan-perubahan, sekaligus
bertambahnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan secara komulatif
menuntut tersedianya sarana pendidikan yang memadai. Kenyataan tersebut
menyebabkan daya tampung, ruang dan fasilitas pendidikan sangat tidak seimbang.
Hal inilah yang menyebabkan sulitnya menentukan bagaimana relevansi pendidikan
dengan dunia kerja sebagai akibat tidak seimbangnya dengan out put lembaga
pendidikan dengan kesempatan yang tersedia.
c. Meningkatnya
animo masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik
Munculnya gerakan pembaharuan
pendidikan berkaitan erat dengan adanya berbagai tantangan dan persoalan yang
dihadapi oleh dunia pendidikan sekarang ini, yang salah satu penyebabnya adalah
kemajuan iptek, kemajuan iptek yang terjadi senantiasa mempengaruhi aspirasi
masyarakat, dimana pada umumnya mereka mendambakan pendidikan yang lebih baik,
padahal di satu sisi kesempatan untuk itu sangat terbatas, sehingga terjadilah
persaingan yang sangat ketat. Berkenaan dengan hal ini pula sekarang
bermunculan sekolah-sekolah favorit, plus bahkan unggulan.
d. Menurunnya
kualitas pendidikan
Kualitas pendidikan yang sekarang
dirasakan makin banyak menurun, yang belum mampu mengikuti perkembangan ilmu
dan teknologi menuntut adanya sejumlah perubahan, sebab jika tidak demikian,
akan berakibat fatal dan akan terus ketinggalan.
e. Kurang adanya relevansi antara pendidikan dan
kebutuhan masyarakat yang sedang membangun.
Dalam era modern sekarang ini,
masyarakat menuntut adanya lembaga pendidikan yang benar-benar bisa diharapkan,
terutama yang siap pakai yang dibekali pengetahuan dan pengalaman yang
diperlukan dalam pembanguan. Umumnya kurang sesuainya materi pendidikan dengan
kebutuhan masyarakat telah di batasi dengan menyusun kurikulum baru. Oleh
karena itu dari perkembangan yang ada di Indonesia kita ketahui telah mengalami
beberapa perubahan kurikulum. Hal ini dilakukan adalah dalam upaya mengatasi
masalah relevansi. Dengan kurikulum baru ini, anak-anak dibina kepribadiannya
melalui pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang sesuai dengan ketrampilan masa
kini dan masa yang akan datang. Aspek keterampilan merupakan unsur kurikulum
yang baru yang selalu mendapatkan perhatian khusus dan prioritas utama.
2. Masalah
dalam Pembaharuan Pendidikan di Indonesia
Masalah dari pendidikan yang ada,
dapat dilihat seperti masalah yang sering timbul dalam realita pendidikan
sekarang ini, masalah-masalah tersebut seperti;
1. Kurangnya
pemerataan kesempatan pendidikan,
2. Permasalahan kurikulum pendidikan (kasus
terbaru dari carut marut permasalahan kurikulum adalah, kontroversi ujian
nasional yang semakin seru kasusnya tiap tahun, seperti film action atau
horor),
3. Rendahnya
tingkat relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja,
4. Kurangnya
persiapan dan penyediaan tenaga pengajar yang kompeten (kasus terbaru
kualifikasi dan sertifikasi bagi tenaga pengajar dan guru, dengan ragam
permasalahannya yang untuk saat ini sifatnya masih timbul tenggelam),
5. Kurangnya pemeliharaan ataupun penyediaan dan
pemerataan penyediaan fasilitas utama dan fasilitas tambahan untuk menjalankan
sistem pendidikan.
Pemerataan masalah-masalah
pendidikan yang kompleks itu dengan cara pendekatan pendidikan yang
konvensional, dirasakan akan memerlukan jangka waktu yang lama dan biaya yang
amat besar. Terbatasnya biaya yang siap dipergunakan untuk usaha pendidikan
ikut pula mempengaruhi keberhasilan cara pendekatan konvensional yang akan
ditambah atau mungkin perlu dilipat gandakan. Pembaharuan pendidikan untuk
menggunakan inovasi pendidikan sebagai perspektif baru dalam dunia kependidikan
mulai dirintis sebagai alternatif untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan
yang belum dapat diatasi dengan cara yang konvensional secara tuntas. Jadi,
pembaharuan pendidikan dapat memperbaiki perkembangan dunia kependidikan yang lebih
memberikan harapan kemajuan lebih pesat. Tinggal bagaimana seororag guru dapat
menerapkan inovasi pendidikan tersebut.
C. UPAYA
YANG DILAKUKAN AGAR INOVASI PENDIDIKAN BISA DITERIMA DAN DITERAPKAN
Guru adalah pendidik yang akan
membawa peserta didiknya menjadi lebih baik. Guru sebagai ujung tombak dalam
pelaksanaan pendidikan merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam proses
belajar mengajar. Kepiawaian dan kewibawaan guru sangat menentukan kelangsungan
proses belajar mengajar di kelas maupun efeknya di luar kelas. Guru harus
pandai membawa siswanya kepada tujuan yang hendak dicapai. Ada beberapa hal
yang dapat membentuk kewibawaan guru antara lain adalah penguasaan materi yang
diajarkan, metode mengajar yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa, hubungan
antar individu, baik dengan siswa maupun antar sesama guru dan unsur lain yang
terlibat dalam proses pendidikan seperti administrator, misalnya kepala
sekolah, tata usaha, masyarakat sekitarnya, pengalaman dan keterampilan guru.
Dalam proses belajar guru
menyampaikan pesan berupa ilmu. Proses komunikasi akan mencapai tujuan apabila
kedua belah pihak, pengirim dan penerima dapat memiliki kesamaan pemahaman
terhadap pesan dan informasi yang dikomunikasikan. Aktivitas belajar pada
dasarnya merupakan suatu proses yang bersifat individual, namun dalam prosesnya
belajar juga terjadi dalam bentuk kelompok atau klasikal. Proses belajar yang
sengaja dirancang biasanya memiliki tujuan yang spesifik, yaitu membentuk
seseorang agar memiliki kemampuan dan kompetensi tertentu disebut pembelajaran.
Seiring dengan perkembangan zaman,
pendidikan pun mengalami perkembangan. Oleh karena itu, pembaharuan dan inovasi
pun diperlukan. Hasil penelitian Stalling (1989) dalam Joyce (1990)
menyimpulkan bahwa guru-guru cenderung lebih mudah mengubah perilakunya dan
secara terus-menerus menggunakan ide-ide baru pada kondisi-kondisi seperti:
1. menyadari
adanya kebutuhan untuk perbaikan melalui analisis mereka sendiri terhadap hasil
observasinya,
2. membuat
komitmen tertulis untuk mencoba ide-ide baru di kelas pada hari-hari mendatang,
3. memodifikasi
ide-ide workshop untuk bekerja di kelas dan sekolah mereka,
4. mencoba
ide-ide dan mengevaluasi efeknya,
5. mengobservasi
kelas lainnya dan menganalisis data yang diperolehnya,
6. melaporkan
kesuksesan dan kegagalannya kepada kelompoknya,
7. mendiskusikan
masalah dan mencari jalan pemecahan,
8. mereka
memerlukan beragam pendekatan dalam mengajar,
9. mereka
belajar dari pengalamannya sendiri untuk secara terus-menerus menjalani proses
pertumbuhan profesional ( Danim, 2002: 43-44).
Dengan demikian, dalam pembaharuan
pendidikan, keterlibatan guru mulai dari perencanaan inovasi pendidikan sampai
dengan pelaksanaan dan evaluasinya mempunyai peran yang sangat besar bagi
keberhasilan suatu inovasi pendidikan.
Secara umum banyak sekali peranan guru yang mesti dilakukan dalam
melaksanakan inovasi pembelajaran, namun secara profesional meliputi tugas:
1. Sebagai
pengajar
Mengajar berarti memberikan
pengajaran dalam bentuk penyampaian pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan
keterampilan (psikomotor) pada diri siswa agar dapat menguasai dan
mengembangkan ilmu dan teknologi.
2. Sebagai
pendidik
Mendidik berarti pemberian
bimbingan kepada siswa (anak didik) agar potensi yang dimilikinya berkembang
seoptimal mungkin dan dapat meneruskan serta mengembangkan nilai-nilai
kehidupan.
3. Sebagai
pengembang bahan ajar
Seorang guru sebagai pengembang
bahan ajar harus tahu bahan ajar dan kegiatan seperti apa yang dapat digunakan
dalam untuk mendukung inovasi program pembelajaran antara lain:
a. Bahan ajar seperti apa yang harus di beli
untuk dapat digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran
b. Bahan ajar
seperti apa yang harus dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan siswa yang unik
dan spesifik
c. Bahan ajar
seperti apa yang perlu dibeli dan dimodifikasi sehingga dapat digunakan untuk
memenuhi kebutuhan siswa
4. Sebagai
pengembang metode pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan
proses atau prosedur yang digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan atau
kompetensi. Beberapa metode yang dilakukan oleh guru di ruang kelas antara lain
: presentasi, demostrasi, latihan dan praktek, tutorial, diskusi, belajar
kooperatif, permainan, simulasi, penemuan.
5. Sebagai
pengembang strategi-strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran yaitu
cara-cara spesifik yang dapat dilakukan oleh individu untuk membuat siswa
mencapai tujuan pembelajaran atau standar kompetensi. Sebagai pengembang
strategi-strategi pembelajaran, guru harus tahu upaya atau strategi apa yang
harus dilakukan untuk menarik dan memelihara minat siswa agar tetap mampu
memusatkan perhatian terhadap penyampaian materi atau substansi pembelajaran
yang disampaikan. Ketika mengindetifikasi strategi pembelajaran, guru harus
memilih dua jenis : strategi yang berpusat pada guru dan strategi yang berpusat
pada siswa.
6. Sebagai
pengembang media pembelajaran
Soeparno (1988: 1) mengatakan media
adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran (channel) untuk menyampaikan
suatu pesan (message) atau informasi dari suatu sumber (resource) kepada
penerimanya (receiver). Ragam media yang dapat digunakan dapat diklasifikasi
sebagai teks, audio, video, komputer dan jaringan intenet. Pemilihan media
pembelajaran perlu dilakukan secara cermat. Setiap jenis media pembelajaran
memiliki kekuatan dan juga kelemahan yang perlu dipertimbangkan sebelum diplih
dan diimplementasikan dalam aktivitas pembelajaran. Guru sebagai pengembang media
pembelajaran harus tahu mengombinasikan media yang diperlukan dalam
menyelenggarakan program pembelajaran (kombinasi media yang dipilih tentunya
harus dapat menunjang efektifitas pada sekolah tempat aktivitas pembelajaran
berlangsung). Guru dalam memilih media harus mempunyai inovasi dalam
pemanfaatan teknologi. Teknologi dan media yang disesuaikan dan dirancang
secara khusus bisa memberikan kontribusi bagi pengajaran yang efektif dari
seluruh siswa dan bisa membantu siswa mencapai potensi tertinggi mereka.
Teknologi bantuan dapat dikelompokkan menjadi : teknologi rendah yang tidak
memerlukan listrik, contohnya kaca pembesar untuk memperbesar bahan; teknologi
menengah yang memerlukan listrik, misalnya, televisi, radio,video; teknologi
tinggi melibatkan penggunaan komputer. Dalam pemanfaatan komputer guru bisa
menggunakan pengajaran yang menggunakan situs atau web secara online.
7. Sebagai
penilai pembelajaran
Evaluasi atau penilaian adalah
proses memperoleh dan mempergunakan informasi untuk membuat pertimbangan yang
dipergunakan sebagai dasar pengambilan informasi. Dengan demikian, penilaian
mempunyai tiga komponen penting, yaitu informasi, pertimbangan, dan keputusan.
(Nurgiyantoro, 2009: 17). Evaluasi ada dua yaitu evaluasi hasil belajar dan
evaluasi program. Hasil belajar yang dicapai oleh siswa dapat dinilai dengan
menggunakan tes dan penilaian. Ada dua kategori tes yang dapat digunakan yaitu
tes objektif dan esai. Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan siswa terkait
dengan aspek kognitif. Untuk mengukur aspek-aspek hasil belajar yang lain
diperlukan beberapa jenis penilaian dan instrumen pengukuran yang disebut
dengan istilah penilaian alternatif. Evaluasi program adalah sebagai proses
pengumpulan dan analisis data yang hasilnya dapat digunakan untuk membuat
sebuah keputusan.
Seorang guru sebagai pengembang
evaluasi, melakukan evaluasi program
pembelajaran bertujuan untuk mengetahui beberapa hal yaitu :
sikap siswa terhadap kegiatan pembelajaran secara
keseluruhan,
peningkatan kompetensi dalam diri siswa yang merupakan dampak dari keikutsertakan
dalam program pembelajaran,
1. keuntungan yang dirasakan oleh sekolah akibat
adanya peningkatan kompetensi siswa setelah mengikuti program pembelajaran.
D. ANALISIS
TERHADAP HAMBATAN IMPLEMENTASI INOVASI DI SEKOLAH
Peranan pendidikan dan tingkat
perkembangan manusia merupakan faktor yang dominan terhadap kemampuannya untuk
menanggapi masalah kehidupannya sehari-hari. Tingkat kemajuan suatu bangsa juga
dapat ditinjau dari tingkat pendidikan rakyatnya, semakin baik tingkat
pendidikan masyarakat, maka semakin maju pula bangsanya. Menurut santoso (1974)
tujuan utama inovasi, yakni meningkatkan sumber-sumber tenaga, uang dan sarana
termasuk struktur dan prosedur organisasi. Tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan
efisiensi, relevansi, kualitas dan efektivitas sarana serta jumlah peserta
didik sebanyak-banyaknya dengan hasil pendidikan sebesar-besarnya (menurut
kriteria kebutuhan peserta didik, masyarakat dan pembangunan) dengan
menggunakan sumber, tenaga, uang, alat dan waktu dalam jumlah yang
sekecil-kecilnya. Kalau dikaji, arah tujuan inovasi pendidikan Indonesia tahap
demi tahap, yaitu:
1. Mengejar
ketinggalan-ketinggalan yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan
tekhnologi sehingga makin lama pendidikan diIndonesia semakin berjalan sejajar
dengan kemajuan-kemajuan tersebut.
2. Mengusahakan terselenggarakannya pendidikan
sekolah maupun luar sekolah bagi setiap warga Negara, misalnya meningkatkan
daya tampung usia sekolah SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi.
3. Disamping itu, akan diusahakan peningkatan mutu
yang dirasakan makin menurun dewasa ini.
Dengan sistem penyampaian yang
baru, diharapkan peserta didik menjadi manusia yang aktif, kreatif dan terampil
memecahkan masalahnya sendiri. Tujuan utama inovasi adalah: meningkatkan
kualitas; menciptakan pasar baru; memperluas jangkauan produk; mengurangi biaya
tenaga kerja; meningkatkan proses produksi; mengurangi bahanbaku; mengurangi
kerusakan lingkungan; mengganti produk atau pelayanan; mengurangi konsumsi
energi; menyesuaikan diri dengan undang-undang.
Adapun tujuan inovasi pendidikan diIndonesiasecara
umum adalah:
1. Lebih meratanya pelayanan pendidikan
2. Lebih serasinya kegiatan belajar
3. Lebih efisien dan ekonomisnya pendidikan
4. Lebih efektif dan efisiensinya sistem penyajian
5. Lebih lancar dan sempurnanya sistem informasi
kebijakan
6. Lebih dihargainya unsur kebudayaan nasional
7. Lebih kokohnya kesadaran, identitas dan kesadaran
nasional
8. Tumbuhnya masyarakat gemar belajar
9. Tersebarnya paket pendidikan yang memikat, mudah
dicerna dan mudah diperoleh
10. Meluasnya kesempatan kerja
Upaya pembaharuan pendidikan yang
dilakukan pada umumnya mempunyai kecenderungan mengemban misi untuk memecahkan
suatu permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan,
permasalahan-permasalahan itu antara lain meliputi pemerataan kesempatan
memperoleh pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi pendidikan secara efektif
efisien. Dari berbagai perkembangan inovasi yang ada Poensoen dalam Santoso,S
Hamijoyo (1974) terdapat tiga kecenderungan misi inovasi pendidikan, yaitu:
Inovasi pendidikan mengemban misi untuk meninggalkan konsepsi pendidikan yang
terbatas bagi kepentingan elite tertentu, menuju konsepsi pendidikan yang lebih
demokratis. Misi ini memungkinkan terjadinya pemerataan atau perluasan
kesempatan untuk memperoleh dan menikmati pendidikan sesuai dengan kemauan,
kemampuan, dan potensi yang dimiliki.
Inovasi pendidikan mengemban misi
yang cenderung bergerak dari konsepsi pendidikan yang berat sebelah dalam peningkatan
kemampuan pribadi antara pengetahuan, sikap dan keterampilan menuju pada
konsepsi pendidikan yang mengembangkan pola dan isi yang lebih komperhensif
dalam rangka mengembangkan segenap potensi manusia dengan cakupan keseluruhan
aspek kepribadiannya. Inovasi pendidikan mengemban misi cenderung bergerak dari
konsepsi pendidikan yang bersifat individual menuju ke arah konsepsi pendidikan
yang menggunakan pendekatan yang lebih kooperatif, dari konsepsi pendidikan
yang boros menuju pada konsepsi pendidikan yang lebih efektif, efisien dan
relevan dengan kebutuhan pembangunan dunia pendidikan.
Upaya pelaksanaan pembaharuan
pendidikan, baik dalam lingkup skala besar maupun skala kecil, baik yang telah
dilaksanakan atau yang sedang dirintis antara lain: Sistem Perencanaan,
Pemprograman dan Penganggaran (SP4) atau Planning, Programing and Budgeting
System (PPSP), pengembangan CBSA, pengembangan Sekolah Dasar Kecil, proyek
pengembangan mutu pendidikan dasar yang dikenal PEQIP (Planning Education
Quality Improvmen Projec ), dsb.
Dari uraian di atas, dapat
disimpulkan bahwa tujuan utama pembaharuan atau inovasi pendidikan yang
dilaksanakan tertuju pada upaya mengadakan perubahan ke arah yang lebih baik
dalam arti meningkatkan pemerataan kesempatan pendidikan, meningkatkan
pelayanan pendidikan, meningkatkan mutu proses pendidikan, efisiensi dan
efektivitas penyelenggaraan pendidikan, peningkatan kesesuaian proses dan hasil
pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari uraian diatas maka dapat
ditarik suatu kesimpulan, bahwa upaya-upaya pembaharuan pada inovasi pendidikan
sangat diperlukan, hal ini untuk menanggapi dan mencari jalan keluar terhadap
suatu masalah-masalah pendidikan yang dihadapi sekarang ini, selain itu untuk
mengembangkan pendekatan yang lebih efektif dan ekonomis. Apabila upaya-upaya
ini benar-benar dilakukan sesuai dengan bentuk upaya pendidikan seperti yang
diuraikan diatas,tentunya hal ini harus diimbangi dengan kerja sama yang baik
antara siswa didik, pendidik dan orang tua.Maka dunia pendidikan akan semakin
maju dan berkembang. Dampak terakhir yang dapat kita peroleh dari upaya ini
adalah berkurangnya pengangguran sehingga kejahatan semakin berkurang.
B. SARAN
Untuk mewujudkan pendidikan yang
maju dan berkembang maka hendaknya semua pihak baik peserta didik, pendidik dan
orang tua bekerja sama dalam melaksanakan upaya-upaya pembahuruan pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Bahri, Djamarah Syaiful
dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
Cece Wijaya dan
A.Tabrani (1991), Upaya Pembaharuan dalam Pendidikan dan Pengajaran, Bandung:
PT. Remaja Rosta Karya.
Danim, Sudarwan. 2002.
Inovasi Pendidikan Dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan.
Bandung: Pustaka Setia.
Diunduh dari
http://singgihcongol.wordpress.com/aneka-ilmu/educationtujuan-inovasi-pendidikan/.
Pada hari Sabtu 22 September 2013 jam 10:10.
Ibrahim. 1988. Inovasi
Pendidikan. Jakarta: DEPDIKBUD.
Nurgiyantoro, Burhan.
2009. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE.
Pusat Bahasa Departemen
Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Bahasa.
Siswoyo, Dwi, dkk.
2011. Ilmu Pendidikan. Jogjakarta: UNY Press.
Soeparno. 1988. Media
Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: PT Intan-Pariwara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar