Jumat, 31 Juli 2015

TEORI DAN PRAKTEK MANAJEMEN SD

TEORI DAN PRAKTEK MANAJEMEN SD
Administrasi
Dalam arti sempit, administrasi dapat diartikan sebagai keseluruhan pencatatan secara tertulis dan penyusunan secara sistematis dari keterangan-keterangan  yang ada dengan tujuan agar mudah memperoleh ikhtisarnya secara menyeluruh. Dengan kata lain  administrasi   itu   tidak   lebih   dari   pada   sekedar   serangkain   aktivitas menghimpun,  mencatat,  mengolah,  menggandakan,  mengirim  dan menyimpan keterangan-keterangan  yang diperlukan dalam setiap kerjasama.
                Sedangkan dalam arti luas, administrasi itu bukan sekedar sebagai ketatausahaan. Administrasi itu jauh lebih luas dan kompleks daripada ketatausahaan.
                Administrasi merupakan keseluruhan proses karjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan pada rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnnya
                Adminstrasi  adalah  segenap  proses  penyelenggaraan  dalam  setiap  usaha  kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan.
                Berdasarkan pengertian diatas, ada 3 ciri pokok administrasi, yaitu:
                1.   Administrasi merupakan proses
                2.   Terdapat dua orang atau lebih yang saling bekerjasama
                3.   Mencapai tujuan dan efisiensi
ADMINISTRASI PENDIDIKAN
       Upaya pengaturan dan pendaya-gunaan seluruh sumberdaya dalam penyelenggaraan pendi-dikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN
Kepemimpinan adalah interaksi antara pemimpin  dan yang di-pimpin untuk mengubah perilaku dan memberdayakan yang dipim-pin agar mampu memimpin diri-nya.
Manajemen
1. Manajemen  sebagai suatu kemampuan atau keahlian yang selanjutnya menjadi cikal bakal Manajemen sebagai suatu profesi. Manajemen sebbagai suatu ilmu menekankan perhatian kepada ketrampilan dan kemampun manajerial yang diklasifikasikan menjadi kemampuan/ketrampilan teknikal,manusiawi dan konsepsual.
2.  Manajemen   sebagai  proses  yaitu  dengan  menentukan   langkah  yang  yang sitematis dan terpadu sebagai aktivitas manajemen.
3.  Manajemen sebagai seni tercermin dari perbedaan gaya (Style) seseorang dalam menggunakan atau member-dayakan orang lain untuk mencapai tujuan.
       James AF. Stoner (1992:8)   adalah proses perencanaan,  pengorganisasian,  pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
        Harsey  dan  Bblanchard  (1988:9):  merupakan  suatu  proses  bagaimana  pencapaian sasaran organisasi melalui kepemimpinan.
       Sudjana (2000: 77): Manajemen merupakan rangkaian berbagai kegiatan wajar yang dilakukan seseorang berdasarkan norma-norma yang telah ditetapkan dan dalam pelaksanaannya memiliki hubungan dan saling keterkaitan dengan lainnya. Hal tersebut dilaksanakan  oleh orang atau beberapa  orang  yang ada  dalam  organisasi  dan diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
TUJUAN MANAJEMEN
Dilakukan  Manajemen  agar pelaksanaan  suatu usaha terencana  secara sistematis dan dapat  dievaluasi  secara  benar,  akurat  dan lengkap  sehingga  mencapai  tujuan  secara produktif, berkualitas, efektif dan efisien.
               
                Efektivitas
                Pertama,  tujuan  manajemen  itu  diupayakan  dalam  rangka  mencapai  efektivitas. Suatu  program kerja dikatakan efektif apabila program kerja tersebut dapat mencapai tujuan, yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan kata lain, tujuan diterapkannya manajemen   pada sebuah program adalah agar program tersebut dapat mencapai tujuan.
               
                Efisiensi
                Kedua,   manajemen   itu   dilakukan   dalam   rangka   mencapai   efisiensi   dalam pelaksanaan  setiap program.
a.   Efisisiensi   ditinjau   dari   usaha  /   pelaksana   program   Apabila   dari   segi pelaksanaan,  sebuah  program  dapat  dikatak  efisien  apabila  hasilnya  dapat dicapai  melalui  upaya  yang  sekecil-kecilnya  dan  sehemat-hematnya.  Upaya yang dimaksudkan adalah dalam penggunaan komponen seperti, tenaga, waktu pelaksanaan, sarana dan prasarana serta keuangan.
b.   Efisiensi ditinjau dari hasil program.
Ditinjau  dari  segi  hasil,  penyelenggaraan  sebuah  program  dapat  dikatakan efisien apabila dengan usaha tertentu memperoleh hasil yang sebanyak- banyaknya. Upaya yang dimaksudkan adalah dalam penggunaan komponen seperti, tenaga, waktu pelaksanaan, sarana dan prasarana serta keuangan.

                Produktivitas
                Adalah perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh (output) dengan jumlah sumber yang dipergunakan(input) produktivitas dapat dinyatakan secara kaulitas maupun kuantitas.

                Kualitas
                Menunjukan kepada suatu ukuran penilaian atau penghargaan yang diberikan atau dikenakan  kepada  barang (products)  dan/jasa  (services)  tertentu  berdasarkan pertimbangan objektiv atas bobot dan/atau kinerja. Jasa atau produk tersebut harus menyamai atau melebihi kebutuhan atau harapan pelangannya.
Fungsi Manajemen
       Henry Fayol, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, commanding, coordinating, dan controlling.
       George R. Terry, fungsi manajemen adalah planning, organizing, actuating, dan controlling.
       Luther Gulllich, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, dan controlling.
        Ernest   Dale,   fungsi   manajemen   yaitu   planning,   organizing,   staffing,   directing, innovating, representing, dan controlling.
       Koonts & O’donnol, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, staffing, directing, controlling.
        Oey Liang Lee, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, directing, coordinating,Controlling
       James Staner, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading, dan controlling.

1.    Perencanaan (Planning)
                Pemilihan dan penentuan tujuan organisasi, dan penyusunan strategi, kebijaksanaan, program, dan lain-lain.
2.   Pengorganisasian (Organizing)
                penentuan  sumber  daya  dan  kegiatan  yang  dibutuhkan,  menyusun  organisasi atau  kelompok kerja, penugasan wewenang dan tanggungjawab serta koordinasi.
3.   Pengarahan (Actuating)
                 Motivasi,  komunikasi  kepemimpinan  untuk  mengarahkan  karyawan mengerjakan sesuatu yang ditugaskan padanya.
4.   Pengawasan (Controlling)
                Penetapan standar, pengukuran pelaksanaan, dan pengambilan tindakan korektif

1.       Fungsi dari Perencanaan
2.       Menjelaskan dan merinci dan tujuan yang ingin dicapai memberikan pegangan dan menetapkan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk tujuan tersebut.
3.       b.   Organisasi  menperoleh  standar sumber daya terbaik dan mendayagunakannya sesuai  tugas  pokok  fungsiyang   telah  ditetapkan   menjadi   rujukan  anggota organisasi dalam melaksanakan aktivitas yang konsisten prosedur dan tujuan.
4.       c.   Memberikan batas kewenangan dan tanggung jawab bagi seluruh pelaksana.
5.       d.   Memonitor dan mengukur berbagai keberhasilan secara intensip sehingga bisa menemukan dan memperbaiki kepemimpinan secara dini.
6.       e.   Memungkinkan untuk terpeliharanya persesuain antara kegiatan internal dengan situas eksternal
7.       f.   Menghindari pemborosan.
. Fungsi Pengorganisasian

Pengorganisasian  sangat penting dalam manajemen  karena membuat posisi orang jelas dalam struktur dan pekerjaannya dan melalui pemilihan, pengalokasian dan pendistribusian  kerja yang profesional  dan organisasi   dapat mencapai  tujuan secara efektif dan efisien.

3. Fungsi Pengarahan

Pemimpin  lebih  menekankan  pada  upaya    mengarahkan  dan  memotivasi  para personil agar dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.
.   Fungsi Pengawasan
Agar tenaga  atau karyawan  pada lembaga  mampu  mengemban  tugas atau fungsinya masing-masing maka harus dilakukan suatu pengawasan.

Langkah-langkah dalam melakukakan pengawasan:
 a.  Menetapan standard pelaksanaan,
b. Mengukur performa aktual.
c.  Pengukuran  pelaksaan  nyata  dan  membandingkannya  dengan  standar  yang  telah ditetapkan,
d. Pengambilan  tindakan koreksi yang diperlukan bila pelaksanaan  menyimpang  dari standar.
Langkah-langkah Manajemen

Menurut Gorton
a. Identifikasi masalah
b. Diagnosis masalah
c. Penetapan tujuan
d. Pembuatan keputusan
e. Perencanan
f.  Pengorganisasian
g. Pengkoordinasian
h. Pendelegasian
i.  Pengkomunikasian
j.  Kerja dengan kelompok-kelompok
k. Penilaian

Menurut sergioivani
1.   Perencanaan (planning)
2.   Pengorganisasian (Organizing)
3.   Pengerahan (Leading)
4.   Pengawasan (Controlling)

Menurut Flifo
1.       Perencanaan,
2.       Pengorganisasian,
3.       Kepemimpinan,  dan 
4.       Pengawasan 

Manajemen Pendidikan
       Secara sederhana manajemen Pendidikan merupakan proses menejemen dalam dalam melaksanakan tugas pendidikan dengan cara efektif.
       Dengan demikian Pendidikan merupakan suatu sistem yang  terencana untuk menciptakan manusia seutuhnya, sistem pendidikan memiliki garapan dasar yang dikembangkan, diantaranya terdiri dari:
1.   Bidang garapan peserta didik
2.   Bidang garapan tenaga kependidikan.
3.   Bidang garapan kurikulum
4.   Bidang garapan sarana prasana
5.   Bidang garapan keuangan
6.   Bidang garapan kemitraan kepada masyarakat
7.   Bidang garapan bimbingan dan pelayanan khusus.
Manajemen Pendidikan
Mengadaptasi   pengertian   manajemen   dan   para   ahli   dapat   dikemukakan   bahwa manajemen pendidikan adalah proses perencanaan,  pengorganisasian,  pengarahan dan pengawasan usaha pendidikan agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapakan.

                Manajemen pendidikan adalah suatu penataan bidang garapan pendidikan yang dilakukan melalui aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengkomonikasian, pemotivasian,penggangaran,  pengendalian, pengawasan, penilaian dan pelaporan secara sistematis untuk mencapai tujuan pendidikan secara berkualitas.

                Tujuan Manajemen Pendidikan

                Dilakukan  Manajemen  agar pelaksanaan  suatu usaha terencana  secara sistematis dan dapat  dievaluasi  secara  benar,  akurat  dan lengkap  sehingga  mencapai  tujuan  secara produktif, berkualitas, efektif dan efisien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar